Jakarta (KABARIN) - Musim kompetisi BRI Super League 2025/2026 semakin mendekati akhir. Persaingan menjadi juara kini mengerucut menjadi dua, atau tiga tim, yang kemungkinan akan bersaing ketat sampai pekan terakhir.
Sang juara bertahan yang mengincar hattrick, Persib Bandung, kini berada di pucuk klasemen dengan koleksi 65 poin. Mereka masih menyisakan enam pertandingan yang belum dimainkan, dengan mayoritas berhadapan melawan tim-tim papan atas dan papan tengah.
Pada Jumat (24/4), Persib akan menjamu Arema FC. Di atas kertas, Persib jelas diunggulkan apalagi pada pertemuan pertama musim ini di Stadion Kanjuruhan, Maung Bandung mampu bangkit dari ketinggalan untuk membawa pulang kemenangan 2-1.
Dengan faktor dukungan penuh bobotoh, Persib kemungkinan besar akan kembali mendulang kemenangan atas Singo Edan pada laga tersebut.
Setelah itu, Persib akan melawat ke markas Bhayangkara FC pada 30 April. Pada pertemuan pertama di markas sendiri, Persib mampu menang 2-0 atas The Guardian. Bhayangkara dalam tiga pertandingan terakhirnya, mencatatkan dua kekalahan, sehingga Persib pun kemungkinan akan kembali mendapatkan tiga poin.
Lawan Persib selanjutnya adalah PSIM Yogyakarta yang akan mereka jamu pada 4 Mei. Tanpa meremehkan kekuatan pasukan Jean-Paul van Gastel yang pada laga terakhirnya mampu menahan imbang Persija 1-1, Persib kemungkinan besar akan meraup tiga poin dari laga ini.
Dua lawan Persib berikutnya adalah rival-rival klasik mereka yang akan berstatus sebagai tuan rumah, yakni Persija Jakarta pada 10 Mei dan PSM Makassar pada 17 Mei. Pada pertemuan-pertemuan pertama, Persib mampu menang 1-0 atas Persija dan menang dengan skor yang sama atas PSM.
Dengan mempertimbangkan faktor tuan rumah, dapat disimulasikan bahwa Persib akan kalah di kandang Persija dan ditahan imbang oleh PSM.
Sedangkan pada laga terakhirnya, Persib akan menjamu tim papan bawah, Persijap Jepara, pada 22 Mei. Meski Persijap mampu mengejutkan dengan kemenangan 2-1 pada pertemuan pertama di kandang sendiri, kemungkinan besar Persib akan menjadi pemenang pada laga ini.
Dengan demikian, secara kalkulasi Persib akan mengakhiri musim 2025/2026 dengan torehan 77 poin.
Sisa laga Borneo dan Persija
Pesut Etam yang berada di posisi kedua klasemen sementara Super League 2025/2026 pada Sabtu (25/4) akan menghadapi tim papan bawah, Semen Padang. Dengan catatan hasil bagus dalam tiga laga terakhirnya, Borneo FC kemungkinan besar akan meraih tiga poin dari laga ini.
Selanjutnya pada 29 April, Borneo akan dijamu Persik Kediri. Borneo kemungkinan besar akan kesulitan mengulang hasil pada pertemuan pertama, yakni menang 2-0, dan akan membawa pulang satu poin dari laga ini.
Lawan berikutnya bagi Borneo FC adalah Persita Tangerang yang saat ini sedang menjalani tren negatif. Di atas kertas, Persita memang tercecer di posisi kedelapan klasemen sementara, namun mereka mampu menang 2-0 atas Borneo pada pertandingan pertama di awal tahun.
Dengan mempertimbangkan rasa lapar para pemain Borneo dan faktor bermain kandang, Borneo diprediksi akan memenangi laga melawan Persita yang berlangsung pada 5 Mei.
Lawan Borneo berikutnya juga merupakan tim yang mampu mengalahkan mereka pada pertemuan pertama, yakni Bali United. Serdadu Tridatu pada 11 Mei akan menjadi tuan rumah, dan kemungkinan besar akan memberikan perlawanan sengit sehingga laga itu diprediksi akan berakhir imbang.
Selanjutnya Borneo akan dijamu tim papan bawah, Persijap, pada 17 Mei. Pada pertemuan pertama, Pesut Etam menang 3-1 atas Persijap, dan kemungkinan besar mereka akan kembali menjadi pemenang pada pertemuan kedua ini.
Borneo akan menutup petualangannya musim ini dengan menjamu tim kuda hitam, Malut United, pada 23 Mei. Malut mampu mengejutkan Borneo dengan raihan kemenangan 3-2 pada pertemuan pertama. Namun Borneo yang kali ini berstatus tuan rumah diprediksi akan menutup liga dengan kemenangan.
Dengan demikian Borneo diprediksi akan mengumpulkan total 74 poin.
Kandidat terakhir dengan peluang paling kecil adalah Persija yang telah memiliki 59 poin. Macan Kemayoran telah memainkan satu pertandingan lebih banyak daripada Persib dan Borneo, sehingga pasukan Mauricio Souza hanya menyisakan lima pertandingan yang belum dimainkan.
Persija pada Senin (27/4) akan menjamu tim papan bawah Persis Solo, dan diasumsikan mampu memukul Laskar Sambernyawa untuk kedua kalinya di musim ini untuk mendulang kemenangan.
Berikutnya pada 4 Mei, Persija akan melawat ke markas Persijap Jepara. Dengan mempertimbangkan semakin padunya tim Persija, dapat diprediksi bahwa Macan Kemayoran akan kembali meraih kemenangan di kandang lawan.
Lawan berikutnya yakni musuh bebuyutan, Persib Bandung, yang akan mereka jamu pada 10 Mei. Persija tentu sangat ingin membalas dendam atas kekalahan mereka pada pertemuan pertama di Bandung, dan kemungkinan akan mampu meraih kemenangan atas Persib.
Dua lawan terakhir Persija adalah Persik Kediri yang akan mereka hadapi pada 16 Mei dan tim papan bawah Semen Padang. Persija kemungkinan akan mengalami kesulitan saat melawat ke markas Persik dan hanya membawa pulang satu poin, sedangkan tiga poin akan mereka dapatkan saat menjamu tim Kabau Sirah.
Dengan kalkulasi seperti itu, Persija kemungkinan akan menyelesaikan musim 2025/2026 dengan mengoleksi 72 poin.
Siapapun juaranya, dapat disimpulkan bahwa Super League musim 2025/2026 telah menawarkan persaingan yang berlangsung sengit sampai fase terakhir kompetisi.
Persib yang menjuarai Liga 1 2024/2025 dengan koleksi total 69 poin terbukti masih harus berjuang mendulang poin demi poin sampai laga terakhir, dan bersaing ketat dengan Borneo FC.
Meski cukup dominan pada tiga musim terakhir, Persib selalu tidak dapat melenggang mulus sendirian. Hal ini berbeda dengan liga-liga di negara tetangga, seperti Malaysia yang sangat didominasi Johor Darul Ta’zim dan Thailand yang begitu dikuasai oleh Buriram United.
Calon lawan tersisa:
Persib Bandung
1. Persib vs Arema (24/4)
2. Bhayangkara FC vs Persib (30/4)
3. Persib vs PSIM (4/5)
4. Persija Jakarta vs Persib (10/5)
5. PSM vs Persib (17/5)
6. Persib vs Persijap (22/5)
Borneo FC
1. Borneo FC vs Semen Padang (25/4)
2. Persik vs Borneo FC (29/4)
3. Borneo FC vs Persita (5/5)
4. Bali United vs Borneo (11/5)
5. Persijap vs Borneo (17/5)
6. Borneo FC vs Malut United (23/5)
Persija Jakarta
1. Persija Jakarta vs Persis (27/4)
2. Persijap vs Persija (4/5)
3. Persija vs Persib (10/5)
4. Persik vs Persija (16/5)
5. Persija vs Semen Padang (23/5)